![]() |
Pelaksanaan Pelatihan “Abandonment and Site Restoration (ASR) for Onshore & Offshore Facilities Training” (Yogyakarta,8-9 Agustus 2026)DEVELOP Training Center | Yogyakarta, 8–9 Agustus 2026 Menyiapkan Profesional Industri Menghadapi Tantangan Abandonment dan Site Restoration Bagaimana memastikan sebuah fasilitas industri dapat dihentikan operasinya dengan aman, efisien, sesuai regulasi, sekaligus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan? Dalam industri migas dan energi, tahap akhir dari siklus hidup fasilitas sama pentingnya dengan tahap perencanaan dan operasional. Abandonment and Site Restoration (ASR) bukan sekadar proses menghentikan fasilitas, tetapi merupakan rangkaian kegiatan teknis, keselamatan, lingkungan, regulasi, hingga pengelolaan biaya yang membutuhkan perencanaan matang dan kompetensi yang tepat. Menjawab kebutuhan tersebut, DEVELOP Training Center kembali menghadirkan pelatihan profesional “Abandonment and Site Restoration (ASR) for Onshore & Offshore Facilities Training” yang dilaksanakan pada 8–9 Agustus 2026 di Royal Ambarukmo Hotel, Yogyakarta. ![]() Pelatihan ini menjadi ruang bagi para profesional untuk memperkuat pemahaman sekaligus mempertajam kemampuan dalam merencanakan dan mengelola kegiatan ASR secara sistematis, aman, dan berkelanjutan. Meningkatkan Kompetensi dalam Pengelolaan ASR Pelatihan ini dirancang bagi engineer, teknisi, serta profesional yang terlibat dalam bidang fasilitas, engineering, operasi, proyek, keselamatan, lingkungan, maupun pengelolaan fasilitas onshore dan offshore. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai konsep dan implementasi ASR, mulai dari aspek perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Secara khusus, program ini bertujuan membantu peserta untuk:
Dengan cakupan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga mendapatkan perspektif yang dapat diterapkan dalam menghadapi tantangan ASR di dunia kerja. ![]() Belajar dari Konsep hingga Studi Kasus Salah satu kekuatan pelatihan DEVELOP Training Center adalah pendekatan pembelajaran yang tidak berhenti pada penyampaian teori. Selama dua hari pelaksanaan, peserta diajak mengikuti proses pembelajaran yang memadukan pemaparan materi, studi kasus, diskusi aktif, serta sesi praktik dan pembahasan permasalahan yang relevan dengan kondisi industri. Suasana kelas berlangsung interaktif, dinamis, dan penuh antusiasme. Peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan, menyampaikan pengalaman, dan mendiskusikan berbagai kemungkinan solusi terhadap tantangan yang dapat muncul dalam pelaksanaan ASR. Pendekatan ini membuat materi yang cukup kompleks menjadi lebih mudah dipahami karena peserta dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan situasi yang mungkin mereka hadapi di lingkungan kerja. ![]() Dari Pengalaman Instruktur, untuk Kebutuhan Industri Materi disampaikan oleh instruktur yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang terkait. Dengan pendekatan penyampaian yang praktis dan kontekstual, pembahasan tidak hanya berfokus pada “apa yang harus dilakukan”, tetapi juga “mengapa hal tersebut penting” dan “bagaimana penerapannya di lapangan.” Diskusi yang berkembang selama sesi juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Beragam latar belakang peserta memberikan perspektif berbeda, sehingga satu topik dapat dibahas dari sudut pandang engineering, operasional, keselamatan, lingkungan, maupun manajemen proyek. ![]() Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Investasi Kompetensi Dalam pelaksanaan ASR, keputusan yang kurang tepat dapat berdampak pada keselamatan, lingkungan, kepatuhan regulasi, waktu pelaksanaan, hingga biaya proyek. Karena itu, pemahaman yang komprehensif menjadi salah satu modal penting bagi profesional yang terlibat dalam pengelolaan fasilitas sepanjang siklus hidupnya. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperkuat kemampuan dalam: Memahami → Menganalisis → Merencanakan → Mengevaluasi → Mengelola Rangkaian kompetensi tersebut diharapkan dapat membantu peserta menjadi lebih siap menghadapi kompleksitas proyek ASR sekaligus meningkatkan nilai profesional mereka di industri. ![]() Antusiasme Peserta Membuat Kelas Semakin Hidup Interaksi selama pelatihan menjadi salah satu bagian yang menarik dari pelaksanaan kegiatan. Pertanyaan, diskusi, dan pertukaran pengalaman membuat suasana kelas terasa lebih hidup. Peserta juga memperoleh kesempatan untuk membandingkan pemahaman yang dimiliki dengan praktik dan perspektif dari peserta lain maupun instruktur. Bagi profesional yang sehari-hari berkecimpung dalam lingkungan industri, kesempatan seperti ini bukan hanya memberikan tambahan wawasan, tetapi juga membuka ruang untuk networking dan berbagi pengalaman dengan sesama profesional. “Pelatihan yang baik bukan hanya tentang berapa banyak materi yang disampaikan, tetapi seberapa jauh peserta dapat membawa pengetahuan tersebut kembali ke tempat kerja dan menerapkannya.” ![]() Siap Menghadapi Tantangan ASR dengan Kompetensi yang Lebih Kuat? Perjalanan sebuah fasilitas tidak berhenti ketika operasi berakhir. Di balik proses abandonment dan site restoration terdapat berbagai keputusan strategis yang membutuhkan kompetensi, perencanaan, kepatuhan, pengendalian risiko, dan perhatian terhadap aspek lingkungan. Melalui “Abandonment and Site Restoration (ASR) for Onshore & Offshore Facilities Training”, DEVELOP Training Center berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan membantu para profesional meningkatkan kompetensinya. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti batch pelatihan berikutnya! Tingkatkan kompetensi Anda, perluas wawasan industri, bangun jejaring profesional, dan persiapkan diri untuk menghadapi tantangan proyek ASR dengan lebih percaya diri. 📩 Ingin mendapatkan informasi batch berikutnya? DEVELOP Training Center Hubungi DEVELOP Training Center dan jadilah bagian dari pelatihan profesional berikutnya! |